Muba  

Pendidikan untuk Semua, PKBM Nasyiah Sekayu Dukung Gerakan Kembali Bersekolah di Muba

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.46666667, 0.634375);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 35;

Indoparlemenews.co Muba | Upaya mengembalikan anak-anak yang tidak lagi mengenyam pendidikan formal terus dilakukan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Melalui program Gerakan Kembali Bersekolah, kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Sekayu, Senin (2/11/2026), menjadi salah satu langkah nyata untuk memberikan kesempatan kedua bagi anak-anak yang putus sekolah agar dapat melanjutkan pendidikan.

Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin, perwakilan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), para Koordinator Wilayah (Korwil), serta pengelola lembaga pendidikan nonformal, termasuk PKBM Nasyiah Sekayu yang dihadiri langsung oleh pengelolanya, Nur Idha Qummala, M.Pd.

Dalam kegiatan tersebut, turut dihadirkan anak-anak yang mengalami putus sekolah. Dari sejumlah cerita yang disampaikan, salah satu alasan mereka berhenti mengenyam pendidikan adalah karena harus membantu orang tua bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Kondisi ini menjadi perhatian bersama bahwa persoalan anak tidak sekolah bukan semata-mata disebabkan kurangnya kemauan untuk belajar, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan keadaan sosial keluarga.

Camat Sekayu, Edi Heriyanto, S.H., M.Si., dalam sambutannya turut berbagi pengalaman perjalanan pendidikannya semasa sekolah. Pengalaman tersebut disampaikan sebagai motivasi kepada anak-anak agar tetap memiliki semangat dan tidak menyerah dalam meraih cita-cita melalui pendidikan.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap anak-anak yang belum mendapatkan kesempatan menyelesaikan pendidikan.

Sementara itu, kehadiran PKBM Nasyiah Sekayu menjadi bagian dari dukungan pendidikan melalui jalur nonformal. Program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C dapat menjadi alternatif bagi anak-anak yang sudah tidak memungkinkan melanjutkan pendidikan melalui sekolah formal.

Pengelola PKBM Nasyiah Sekayu, Nur Idha Qummala, M.Pd., turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk keterlibatan lembaga pendidikan nonformal dalam mendukung gerakan kembali bersekolah.

Melalui program ini, diharapkan anak-anak yang putus sekolah dapat kembali memperoleh hak pendidikan, baik melalui sekolah formal maupun pendidikan kesetaraan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Gerakan Kembali Bersekolah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah,Seperti yang di sampaikan perwakilan dinas pendidikan dan kebudayaan musi Banyuasin yang di wakili kabid PNF ibu Susi indriati,S.pd,AUD,MS.i data sebelum nya anak yang putus sekolah di kecamatan mencapai di atas seribuan ATS,setelah di lakukan gerakan kembali bersekolah kolaborasi antar lembaga turun kini tinggal 470 ATS di kecamatan Sekayu dan akan terus di upayakan tidak ada lagi ATS di kecamatan Sekayu membutuhkan kolaborasi antara pemerintah kecamatan, dinas pendidikan, lembaga pendidikan nonformal, pemerintah desa dan kelurahan, orang tua, serta masyarakat.

Pendidikan adalah hak setiap anak. Jangan sampai keterbatasan ekonomi dan keadaan keluarga menjadi penghalang bagi masa depan generasi penerus bangsa.

Dengan semangat Gerakan Kembali Bersekolah, diharapkan tidak ada lagi anak-anak di Kecamatan Sekayu dan Kabupaten Musi Banyuasin yang kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.( Alek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *