Oleh Alek Sandra
Pernyataan Anggota DPRD Sumatera Selatan Abu Sari dalam sidang paripurna bukan sekadar kritik politik, melainkan cerminan keresahan masyarakat Musi Banyuasin yang selama bertahun-tahun merasakan buruknya kondisi infrastruktur jalan. Ketika ia menyebut jalan di Muba “masih warisan zaman Belanda”, yang ingin ditegaskan bukan usia jalan semata, melainkan lambannya perhatian terhadap pembangunan di daerah yang justru menjadi salah satu penyumbang terbesar pendapatan daerah dari sektor minyak dan gas.
Paradoks ini tidak boleh terus dipelihara. Daerah yang menghasilkan kekayaan alam besar semestinya memperoleh pembangunan yang proporsional. Infrastruktur jalan bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi menyangkut akses pendidikan, pelayanan kesehatan, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Apabila benar terdapat ruas jalan yang menghubungkan dua kabupaten namun masih berstatus jalan kabupaten, maka sudah saatnya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melakukan evaluasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai kewenangan jalan. Pengambilalihan status jalan strategis harus didasarkan pada kajian teknis dan kebutuhan pelayanan publik, bukan sekadar pertimbangan administratif.
Kritik yang disampaikan di ruang sidang seharusnya menjadi momentum introspeksi, bukan dipandang sebagai serangan politik. Masyarakat tidak membutuhkan saling menyalahkan, melainkan solusi nyata berupa kepastian anggaran, percepatan pembangunan, dan transparansi pelaksanaannya.
Musi Banyuasin telah lama menjadi salah satu tulang punggung sektor energi Sumatera Selatan. Sudah sewajarnya masyarakatnya menikmati infrastruktur yang layak sebagai wujud keadilan pembangunan. Jangan sampai daerah yang memberi kontribusi besar bagi perekonomian justru tertinggal dalam menikmati hasil pembangunan.
Kini publik menunggu langkah konkret Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Sebab ukuran keberhasilan pembangunan bukanlah banyaknya janji yang disampaikan, melainkan seberapa baik jalan yang dilalui rakyat setiap hari.













