Indoparlemenews.co Muba | Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nasyiah Sekayu turut ambil bagian dalam memeriahkan Muba Expo dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) ke-70 pada pembukaan muba expo,Sabtu, 12 September 2026, bertempat di Stable Kuda Sekayu, Musi Banyuasin.
Keikutsertaan PKBM Nasyiah Sekayu dalam Muba Expo tidak hanya menjadi ajang untuk memperkenalkan keberadaan pendidikan nonformal kepada masyarakat, tetapi juga memperlihatkan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui UMKM PKBM Nasyiah.
Dalam stan pamerannya, PKBM Nasyiah menampilkan berbagai produk lokal dan makanan olahan, sekaligus memperkenalkan program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B dan Paket C sebagai salah satu solusi bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal.
Selain menampilkan produk UMKM, PKBM Nasyiah juga membawa pesan penting terkait penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan informasi bahwa anak maupun warga belajar yang mengalami putus sekolah masih memiliki kesempatan untuk kembali mendapatkan pendidikan melalui jalur pendidikan nonformal.
Pengelola PKBM Nasyiah Sekayu, Nur Idha Qummala, M.Pd., mengatakan keikutsertaan dalam Muba Expo menjadi momentum penting untuk memperkenalkan lebih luas peran PKBM di tengah masyarakat.
“Kami sangat bersyukur dan bangga PKBM Nasyiah Sekayu dapat ikut berpartisipasi dalam Muba Expo dalam rangka HUT Kabupaten Musi Banyuasin ke-70. Bagi kami, ini bukan hanya kegiatan pameran, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan bahwa PKBM memiliki peran dalam memberikan akses pendidikan kepada masyarakat,” ujar Nur Idha.
Menurutnya, keberadaan PKBM sangat penting dalam mendukung upaya pemerintah menangani persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Musi Banyuasin.
“Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa anak-anak yang karena berbagai alasan tidak dapat melanjutkan sekolah formal jangan sampai kehilangan masa depan. PKBM hadir memberikan kesempatan untuk kembali belajar melalui pendidikan kesetaraan Paket A, B dan C,” katanya.
Nur Idha juga menilai pendidikan dan keterampilan harus berjalan beriringan. Karena itu, PKBM Nasyiah tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga mendorong warga belajar agar memiliki keterampilan dan jiwa kemandirian.
“Pendidikan harus mampu membekali warga belajar agar lebih mandiri. Karena itu, kami juga mendorong kegiatan keterampilan dan UMKM. Produk yang kami tampilkan di Muba Expo merupakan salah satu bentuk bahwa pendidikan nonformal juga dapat dikembangkan bersamaan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Ia berharap momentum HUT Muba ke-70 dapat menjadi semangat bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.
“Harapan kami, semakin banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan PKBM dan tidak ragu untuk kembali belajar. Tidak ada kata terlambat untuk mendapatkan pendidikan. Mari bersama-sama membantu pemerintah mengatasi ATS dan mewujudkan masyarakat Muba yang lebih berpendidikan, mandiri dan berdaya saing,” pungkas Nur Idha.
Keikutsertaan PKBM Nasyiah Sekayu dalam Muba Expo HUT Muba ke-70 menjadi bukti bahwa pendidikan nonformal, penanganan ATS dan pemberdayaan UMKM dapat berjalan beriringan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Musi Banyuasin.(Alek)













