Indoparelmenews.co Muara Enim Sumatera Selatan | Sebuah rekaman video memperlihatkan kondisi memprihatinkan di salah satu lokasi operasional PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Field Limau yang terletak di Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim. Dalam video tersebut tampak jelas aliran limbah berwarna hitam pekat keluar dari pipa dan mengalir bebas ke area terbuka tanpa pengamanan maupun penampungan yang layak, Sabtu (03/05/2025) siang .
Diduga kuat, limbah tersebut berasal dari fasilitas pengolahan yang tidak terkelola dengan baik. Aliran limbah cair tampak meluber ke tanah terbuka yang berada tak jauh dari jalur umum dan vegetasi, berpotensi mencemari lingkungan di sekitarnya.
Akibat bocornya limbah tersebut, banyak tanaman di sekitar lokasi mengalami kerusakan dan mengering. Selain itu, sejumlah ikan di perairan sekitar dilaporkan mati, diduga akibat tercemar zat berbahaya yang terbawa oleh aliran limbah. Kondisi ini menandakan adanya dampak ekologis yang cukup serius dan perlu segera ditangani.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran atas kelalaian pengelolaan limbah industri migas yang seharusnya memenuhi standar lingkungan hidup. Tidak terlihat adanya tanggul pengaman atau sistem pencegahan untuk mencegah limbah tersebut menyebar lebih luas.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak PT Pertamina Hulu Rokan mengenai insiden kebocoran ini. Perlu ada penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang, terutama Dinas Lingkungan Hidup, untuk memastikan sejauh mana dampak limbah terhadap lingkungan serta meminta pertanggungjawaban perusahaan.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap aktivitas industri ekstraktif, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), demi menjaga keberlanjutan dan keselamatan lingkungan.
Laporan:Darussalam











