Guru ASN Klarifikasi Isu Dugaan Pungli 17 Agustus di Kecamatan Kandis, Ogan Ilir

Indoparlemennews.co – Ogan Ilir | Beredarnya unggahan akun media sosial Satria Nusantara terkait dugaan permintaan uang kepada guru untuk kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Kecamatan Kandis, Kabupaten Ogan Ilir, menuai perhatian dan polemik di tengah masyarakat.

Dalam unggahan tersebut disebutkan adanya dugaan bahwa sejumlah guru diminta uang oleh pihak Korwil dan KKKS untuk kegiatan 17 Agustus. Unggahan itu juga menyebut adanya dugaan permintaan uang sebesar Rp50 ribu per guru penerima TPG setiap kali pencairan, serta menyebut persoalan tersebut sebagai dugaan pungutan liar.

Namun, salah seorang guru yang fotonya turut dicantumkan dalam unggahan tersebut, Yuk Wainah, membantah bahwa dirinya tidak pernah menyampaikan tuduhan sebagaimana yang dituliskan dalam unggahan tersebut.

Untuk memberikan klarifikasi, Yuk Wainah mendatangi Forum Organisasi Media Jurnalis Caram Seguguk Kabupaten Ogan Ilir, Senin, 10 Agustus 2026.

Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa dirinya merasa terganggu dan keberatan karena foto pribadinya ditampilkan dalam unggahan yang menurutnya telah menimbulkan kesan seolah-olah dirinya menuduh pihak Korwil, KKKS maupun operator sekolah melakukan pungutan.

“Saya membantah tuduhan di dalam cuitan tersebut. Saya tidak pernah menuduh Korwil, KKKS maupun OPS meminta sumbangan 17 Agustus seperti yang dituliskan. Menurut saya, tuduhan tersebut tidak benar dan merupakan fitnah. Saya juga merasa terganggu karena foto saya terpampang sehingga membuat saya malu,” ujar Yuk Wainah saat memberikan klarifikasi.

Ia menjelaskan, sebelum melihat unggahan yang beredar tersebut, dirinya memang pernah memberikan tanggapan terhadap pembahasan mengenai kondisi guru saat kegiatan peringatan 17 Agustus.

Menurutnya, kalimat tersebut merupakan tanggapan mengenai kondisi guru dan siswa yang berada di bawah terik matahari saat kegiatan berlangsung, bukan tuduhan mengenai adanya pungutan atau permintaan uang kepada guru.

Ia pun meminta agar persoalan tersebut tidak dipelintir dan dikaitkan dengan tuduhan yang tidak pernah disampaikannya.

Minta Klarifikasi dan Tidak Menimbulkan Kesimpulan Sepihak: Yuk Wainah berharap persoalan tersebut dapat dilihat secara utuh dan tidak menimbulkan kesimpulan sepihak terhadap dirinya maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam unggahan.

Sekali lagi, intinya saya tegaskan, Korwil, KKKS dan OPS tidak pernah meminta pungutan atau bayaran seperti yang dituduhkan dalam akun Satria Nusantara. Saya tidak pernah mengatakan hal tersebut. Saya menilai tuduhan yang dikaitkan dengan saya itu adalah fitnah dan sangat merugikan nama baik saya,” tegasnya.(Rel)

Laporan: Tim Pewarta Indonesia Ogan Ilir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *