Indoparlemenews.co LAHAT | Banjir bandang menerjang enam kecamatan di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan pada Kamis (9/3). Banjir Bandang tidak hanya mengakibatkan kerusakan rumah, banjir juga merusak lahan persawahan warga bahkan korban jiwa, banjir bandang itu menghantam tujuh kecamatan Kabupaten Lahat.

Bantuan dari berbagai pihak pun sampai hari masih terus mengalir untuk meringankan kesulitan warga dalam menghadapi musibah ini.

Salah satunya bantuan dari Keluarga besar Budayana Indonesia Kabupaten Lahat yang langsung diserhkan oleh Romo Widi, Usup, Romo Efianto, Tanmas Junaidi dan Fandi kepada pengurus Posko Bencana Alam di Desa Kebanyakan Agung Kecamatan Mulak Sebingkai Kabupaten Lahat.

Dengan mendistribusikan ratusan paket logistik dan keperluan bagi warga terdampak dalam upaya penanganan darurat.

Akibat banjir bandang ini tedata sebanyak 81 rumah terkena dampak banjir bandang. Lalu di Pulau Pinang Desa Lubuk Sepang, dua rumah hanyut serta tiga diantaranya mengalami rusak berat serta 89 rumah rusak ringan. Kemudian, di Kecamatan Kikim Selatan, Desa Banyuayu dam Kecamatan Desa Gunung Kembang dan Desa Partikal Baru saat ini masih di lakukan pendataan.

Selanjutnya, untuk Kecamatan Jarai Desa Nanti Giri, 98 rumah terkena dampak banjir dan 122 rumah mengalami rusak ringan. Untuk di Kecamatan Mulak Sebingkai Desa Keban Agung 26 rumah hanyut dan 16 diantaranya rusak berat.

Terakhir di Kecamatan Merapi barat satu orang warga desa Gunung Agung hanyut terbawa arus dan kini masih dalam pencarian.

Warga yang telah kehilangan tempat tinggal untuk sementara waktu akan ditampung di tenda darurat. Sedangkan sebagian warga memilih tinggal di tempat saudaranya yang tidak terkena banjir bandang.

Sejumlah warga Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, panik saat banjir bandang menyeret sejumlah rumah serta warung makan.

Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lahat. Lokasi terdampak banjir yakni Desa Tanjung Sirih, Desa Karang Dalam yang terletak di Kecamatan Pulau Pinang, Desa Tinggi Ari di Kecamatan Gumay Ulu dan Desa Keban Agung di Kecamatan Kikim Selatan.

Banjir terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi hingga sungai Lematang meluap ke pemukiman warga. Hasil kaji cepat sementara, sedikitnya 120 rumah terendam banjir.

Selain itu, banjir juga mengakibatkan satu jembatan putus yang menghubungkan Kelurahan Nantal dan Kelurahan Bandar Agung.

Akses jembatan yang menghubungkan Lahat dan Pagaralam di Desa Tanjung Sirih Kecamatan Pulau Pinang juga terdampak, hal ini menghambat lalu lintas tersendat dan belum kondusif.

Hasil pemantauan di lapangan, derasnya banjir juga mengakibatkan sebuah bangunan terseret arus hingga roboh. Hingga kini, banjir masih menggenangi beberapa wilayah dilokasi.(Ade)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here