Rektor Institut Rahmaniyah Sekayu: Pendidikan Tinggi di Muba Harus Menjadi Penggerak Pembangunan Daerah

Indoparlemenews.co Muba | Pendidikan tinggi di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah. Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan ijazah, tetapi harus melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, karakter, dan mampu berkontribusi secara nyata. Rabu (02/09/2026).

Hal tersebut menjadi salah satu pokok pemikiran Rektor Institut Rahmaniyah Sekayu, Dr. Wandi Subroto, S.H., M.H., saat menjadi narasumber dalam program Live Podcast Radio Gema Randik 97 FM Sekayu, Rabu (2/9/2026).

Podcast yang dipandu Febie Alfina tersebut mengangkat tema “Pendidikan Tinggi di Kabupaten Musi Banyuasin: Antara Harapan dan Kenyataan.”

Menurut Dr. Wandi, keberadaan perguruan tinggi di daerah merupakan sebuah kebutuhan strategis. Masyarakat Muba harus memiliki akses pendidikan tinggi yang berkualitas tanpa selalu harus meninggalkan daerah.

“Harapan kita, masyarakat Musi Banyuasin tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan daerah. Mereka harus menjadi pelaku utama. Salah satu kuncinya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi,” demikian argumentasi Dr. Wandi dalam melihat pentingnya pendidikan tinggi bagi Muba.

Ia menilai, tantangan pendidikan tinggi ke depan bukan hanya bagaimana meningkatkan jumlah mahasiswa, tetapi yang jauh lebih penting adalah meningkatkan kualitas lulusan agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan pembangunan daerah.

Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu membaca potensi dan persoalan yang ada di Muba. Dengan demikian, pendidikan tinggi tidak boleh berjalan sendiri dan terpisah dari realitas sosial maupun kebutuhan masyarakat.

“Perguruan tinggi harus hadir di tengah masyarakat. Kampus tidak boleh hanya menjadi tempat mahasiswa belajar secara teori, tetapi juga harus menjadi pusat pemikiran, penelitian, pengabdian dan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Kampus Harus Bersinergi dengan Pemerintah dan Dunia Usaha
Dr. Wandi juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, dunia usaha dan dunia industri.

Menurutnya, sinergi tersebut sangat diperlukan agar lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan oleh daerah.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Perguruan tinggi membutuhkan pemerintah daerah, dunia usaha dan dunia industri. Sebaliknya, pemerintah daerah juga membutuhkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia,” katanya.

Ia berpandangan bahwa potensi ekonomi Muba yang besar harus dibarengi dengan kualitas SDM lokal yang memadai. Jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton ketika berbagai sektor pembangunan berkembang di daerahnya sendiri.

Karena itu, perguruan tinggi menurutnya memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk ikut mempersiapkan generasi muda Muba agar mampu mengambil peran dalam berbagai sektor pembangunan.

Antara Harapan dan Kenyataan
Mengangkat tema “antara harapan dan kenyataan”, Dr. Wandi mengakui bahwa masih terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi dalam pengembangan pendidikan tinggi di Muba.

Mulai dari persoalan akses pendidikan, kemampuan ekonomi masyarakat, kualitas sumber daya manusia, hingga tuntutan peningkatan mutu perguruan tinggi.

Namun, berbagai tantangan tersebut menurutnya harus menjadi motivasi untuk melakukan pembenahan, bukan alasan untuk berhenti berkembang.

“Kita harus jujur melihat kondisi pendidikan tinggi kita. Harapan masyarakat sangat besar, tetapi tentu masih ada pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus melakukan perbaikan dan memastikan pendidikan tinggi memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda Muba, untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Sebab, pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan mendapatkan gelar akademik, tetapi juga merupakan proses membentuk pola pikir, meningkatkan kompetensi, membangun karakter, serta mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia yang semakin cepat.

Pendidikan Tinggi sebagai Investasi Jangka Panjang
Lebih jauh, Rektor Institut Rahmaniyah Sekayu tersebut melihat pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi Kabupaten Musi Banyuasin.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur memang penting, tetapi pembangunan manusia tidak kalah penting karena kualitas SDM akan menentukan keberlanjutan pembangunan daerah.

“Kalau kita ingin Muba maju dan masyarakatnya sejahtera, maka investasi terbesar yang harus kita lakukan adalah investasi pada manusia. Infrastruktur bisa dibangun dalam beberapa tahun, tetapi membangun kualitas manusia membutuhkan proses yang panjang dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dialog di Radio Gema Randik 97 FM tersebut menjadi ruang untuk membahas lebih jauh masa depan pendidikan tinggi di Kabupaten Musi Banyuasin serta peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dunia industri dan masyarakat, pendidikan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi tempat memperoleh gelar, tetapi benar-benar menjadi kekuatan utama dalam mencetak SDM unggul dan menggerakkan pembangunan Kabupaten Musi Banyuasin.(Alek).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *