Indoparlemenews.co Baturaja | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU) terpaksa mencairkan penghasilan tetap (Siltap) / gaji Kepaka Deaa dan Perangkat Desa karena di demo 91 Kepala Desa dan ratusan perangkat Desa, Senin (17/04/2023).

Demo ratusan perangkat desa dan kepala desa di Bumi Sebimbing Sekundang ini bukan kali pertama, bahkan hampir setiap tahun menjelang hari Raya Idul Fitri para kades harus demo agar Siltap di cairkan.

Awalnya ratusan Kepala desa dan perangkat desa se-Kabupaten OKU mendatangi rumah Dinas Bupati OKU, namun karena PJ Bupati OKU kurang sehat, maka para perangkat desa dan Kades di arahkan ke Pemkab OKU untuk menemui PJ Sekda.

Salah seorang perangkat desa mengaku, pihaknya merasa di anak tirikan, bahkan tidak diperhatikan.

“Kami tidak nekon – neko (macam – macam-red) kedatangan kami ini hanya menuntut hak yang semestinya sudah kami terima,”ungkap salah satu perangkat desa yang namanya enggan di tulis.

Tak hanya itu, pihak perangkat desa menuding Pemkab OKU tebang pilih, karena dalam sepekan terakhir, para ASN dan tenaga honorer di OKU sudah menerima TPP dan THR.

“Inikan tidak adil, bukan kami tidak tau, bahwa Pemkab OKU sudah membayar TPP dan THR para ASN dan Honorer, sedangkan perangkat desa tidak ada kabar, kapan Siltap Triwulan Satu dicairkan,”tegasnya.

Setelah tidak ada titik temu dan kejelasan di rumah dinas Bupati OKU, para Kades dan ratusan perangkat Desa akhirnya di arahkan ke Pemkab OKU menemui PJ Sekda dan Kadin PMD.

Dalam pertemuan di gedung Abdi Praja Pemkab OKU, Pj Sekda Darmawan Irianto, menjamin Siltap perangkat desa akan cair. Selasa pagi besok (18/04/2023).

“Ini terkendala (pembayaran) siltap karena pergantian Kadin PMD. Namun, berdasarkan rapat tadi kami dengan Pak Hanafi (BPKAD) OKU bisa dibayarkan besok (selasa),” tegas Pj Sekda OKU Darmawan Irianto.

Sedangkan Para Kepala desa menyampaikan keluhannya dengan sistem birokrasi Pemkab OKU. Hampir setiap tahun, terutama menjelang lebaran Idul Fitri selalu ribut soal pencairan dana siltap.

“Jangan sampai harus selalu demo baru dicairkan. Tolong Pak Sekda jangan hanya jaminan. Secara teknis tolong juga karena pihak bank juga akan libur,” kata Randi, Kepala desa Lubuk Batang yang diamini oleh kepala desa lainnya.

Para kepala desa juga menanyakan sisa uang ADD (APBD) tahun 2022 sebesar 20% yang sampai sekarang belum dibayarkan. Sementara tunjangan kinerja dan THR para ASN sudah cair.

“Jangan ada tebang pilih,  Kenapa PNS cair, kami para kepala desa dan perangkat ini tidak. Dan jangan sampai terulang lagi di tahun tahun yang akan datang,” tambah Randi dan yang lainnya.

Sekda, Kadin PMD, dan Kepala BPKAD OKU Hanafi sekali lagi hal-hal buruk ini tidak akan terjadi lagi. Bahkan, Hanafi berjanji akan mengundurkan diri dari jabatannya usai pencairan siltap dan ADD 20% tahun 2022.

“Saya setuju dengan usul para kepala desa. Memang saya akan mengundurkan diri. Saya tidak becus mengurus ADD ini,” Ucap Hanafi.

Hanafi juga membocorkan bahwa sebenarnya Kabupaten OKU ini sedang sakit anggarannya.
Sejak dari Pak Kuryana (bupati) lama meninggal dunia. Kondisi anggaran APBD OKU sedang sakit. Dan saat ini kita juga sedang berkoordinasi dengan Datun soal penghitungan pajak ADD ini,” papar Hanafi yang mengaku 14 April 2023 sudah berusia 60 tahun.

“Sekali lagi kata Hanafi begitu selesai masalah ADD ini dia akan mengundurkan diri alias berhenti dari Kepala BPKAD.
Dalam pertemuan dengan Sekda, Kadin PMD dan Kepala BPKAD hadir juga beberapa orang Stafsus Bupati. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here