Indoparlemennews.co – Ogan Ilir | Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir bersama Universitas Sriwijaya (Unsri) terus mematangkan persiapan menyambut kedatangan delegasi internasional yang akan berkunjung ke Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, pada 11 hingga 15 Agustus 2026 mendatang.
Persiapan tersebut dibahas dalam audiensi yang digelar antara pihak Universitas Sriwijaya, Kepala Desa Burai, Erik Asrillah, dan Camat Tanjung Batu, Trisusanti, bersama Bupati Ogan Ilir pada Rabu (3/6/2026). Audiensi tersebut bertujuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam menyambut tamu mancanegara.
Delegasi yang akan hadir berasal dari sembilan negara, yakni Jepang, Mali, Taiwan, India, Myanmar, Bangladesh, Aljazair, Vietnam, dan Pakistan. Selain itu, peserta dari Indonesia juga akan ikut ambil bagian dalam kegiatan yang berfokus pada pembelajaran seni budaya, wisata, serta pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masyarakat lokal.
Selama berada di Kabupaten Ogan Ilir, para peserta akan menginap di Desa Burai selama lima hari. Mereka dijadwalkan mengikuti berbagai kegiatan yang memperkenalkan budaya lokal, kehidupan masyarakat, destinasi wisata, hingga produk-produk UMKM unggulan yang menjadi kebanggaan Kecamatan Tanjung Batu.
Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar, S.H., M.Si., M.I.Kom., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan menilai kunjungan internasional ini menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan potensi daerah ke tingkat global. Selain mempererat hubungan antarnegara, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan promosi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat.
Sementara itu, Camat Tanjung Batu, Hj. Tri Susanti, S.Kom., M.M., menyatakan pihaknya siap mendukung penuh seluruh rangkaian kegiatan dan telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan kesiapan lokasi maupun masyarakat dalam menyambut para tamu asing.
“Kami sangat bangga Desa Burai dipercaya menjadi lokasi kunjungan dan tempat tinggal para delegasi internasional. Ini merupakan kesempatan emas untuk memperkenalkan kekayaan budaya, keramahan masyarakat, serta potensi wisata dan UMKM yang dimiliki Kecamatan Tanjung Batu kepada dunia internasional,” ujar Trisusanti.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan agenda tersebut.
“Kami berharap masyarakat Desa Burai dan sekitarnya dapat menjadi tuan rumah yang baik. Mari bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan, ketertiban, dan menunjukkan keramahan khas masyarakat Ogan Ilir agar para tamu memperoleh kesan yang positif selama berada di daerah kita,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Desa Burai, Erik Asrillah, AM.kep., menegaskan bahwa pihaknya telah mulai melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan para delegasi. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada Desa Burai sebagai lokasi kegiatan internasional merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh masyarakat desa.
“Kami bersama perangkat desa, kelompok sadar wisata, pelaku UMKM, serta masyarakat telah berkomitmen untuk memberikan pelayanan dan penyambutan terbaik kepada seluruh tamu yang datang. Ini adalah momentum yang sangat berharga bagi Desa Burai untuk semakin dikenal di tingkat internasional,” kata Erik Asrillah.
Ia menjelaskan, sejumlah persiapan yang tengah dilakukan meliputi penataan lingkungan desa, peningkatan kebersihan kawasan wisata, persiapan homestay atau tempat menginap peserta, serta penyusunan berbagai agenda pertunjukan seni dan budaya khas Burai yang akan ditampilkan selama kegiatan berlangsung.
“Kami ingin para tamu tidak hanya melihat keindahan Desa Burai, tetapi juga merasakan langsung kehidupan masyarakat, tradisi budaya, kuliner lokal, hingga produk-produk UMKM yang menjadi kebanggaan warga. Karena itu, seluruh elemen masyarakat kami libatkan dalam persiapan ini,” ujarnya.
Erik juga mengajak seluruh warga Desa Burai untuk menjaga kekompakan dan bersama-sama menyukseskan kegiatan tersebut.
“Keberhasilan acara ini bukan hanya keberhasilan pemerintah desa, tetapi keberhasilan seluruh masyarakat Burai. Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Burai mampu menjadi tuan rumah yang ramah, tertib, dan membanggakan,” tegasnya.
Desa Burai sendiri dikenal sebagai salah satu desa wisata unggulan di Kabupaten Ogan Ilir yang memiliki keunikan budaya, kerajinan tangan, kuliner khas, serta panorama perairan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Universitas Sriwijaya, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta partisipasi aktif masyarakat, kunjungan delegasi internasional dari sembilan negara ini diharapkan berlangsung sukses, lancar, dan memberikan dampak positif bagi promosi pariwisata, pelestarian budaya, serta pengembangan ekonomi masyarakat di Desa Burai dan Kabupaten Ogan Ilir secara keseluruhan.(12)













